Sudah aku teguhkan hati.
Ingin aku perbetul niat
Buat keberapa kali--
Akulah pemilik kedai buku itu
Sepuluh tahun lagi
Tidak lebih, harap kurang
Ya, aku!
Dindingnya tinggi
Tinggi melangit
Biar hadirin asyik
Mendongak ke bumbung
Pun tidak habis buku-buku itu
Pun tidak luak gugusan ilmu itu
Ruangannya sempit
Biar hadirin bertepuk bahu
Salam berputik di bibir
Bersenyum-senyuman
Agar tidak keseorangan
Mengejar ilmu Tuhan
Merasa kemanisan bacaan
Bukunya harum
Bagai kembang pagi
Seperti ingin kuhidu berkali-kali
Ah, rasa tenang itu!
Seolah aku ditelan hidup
Garis-garis ayat yang sampai kapan pun tidak akan tamat
Tidak lekang ditelan masa
Walaupun siang semakin suntuk
Lantainya kayu
Sederhana-- seperti Islam
Tidak melampau gah
Tidak sok mewah
Tidak digosok bibik
Cuma sekadar kerja tangan tuan punya badan
Bukan kayu jati
Tapi utuh
Seutuh doa ibu yang tiada berputus
Bahkan cukup sederhananya
Memberi rasa selamat
Rasa tenteram para hati yang kunjung datang
Yang kehausan ilmu
Ketandusan bahasa ibunda
Muflis idea
Manisnya bukan fisik
Manisnya intrinsik!
Itulah kedai bukuku
Semoga Allah bisa pertemu!
saya boleh jadi volunteer cashier :D
BalasPadam