Selasa, 1 Oktober 2013

Iqra'

"Bacalah dengan menyebut nama (Tuhanmu/Pemilikmu) yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (96:1-5)

Bacalah!

Itukan wahyu pertama yang diterima Rasulullah? Wahyu pertama yang membuatkan baginda tergamam ketakutan, menggigil ketakutan ke rumah lantas terjelepok di dalam dekapan isterinya, Khadijah. Wahyu pertama yang membuatkan baginda terasa sempit di dada, perit menghela nafas. Itukan wahyu yang penting? Jadi kenapa masih ada yang tidak mahu mengerti?

Bacalah!

Aku suka orang membaca. Aku suka tengok orang membaca. Aku suka dengar orang membaca. Aku suka. Aku betul-betul suka. Sukanya seperti aku suka bila hujan turun renyai-renyai di luar tingkap dan aku bisa tidur di rumah lepas seharian kepenatan menelaah ilmu di sekolah. Sukanya seperti aku suka bila terima panggilan dari abah di Malaysia, dengarkan khabarnya baik-baik saja. Sukanya seperti aku suka lihat abang, cukup makan dan sihat walafiat. Sukanya sampai begitu. Sukanya mendalam.

Aku seronok berkenalan dengan orang yang suka membaca. Tidak kiralah dalam Bahasa Melayu, Indonesia atau Inggeris. Usaha membaca itu sendiri sudah membuat aku terpegun. Apatah lagi jikalau ada yang suka membaca tapi masih bisa tunduk ke bumi seperti padi berisi. Aku seronok berkawan dengan orang-orang sebegitu. Ya lah, ilmu itu kan luas? Dan semuanya kan milik Allah? Apatah lagi sekarang ini sudah banyak medium gangguan. Apatah lagi sekarang ini semakin payah untuk memberi perhatian dalam satu-satu hal. Apatah lagi sekarang ini sudah terinovasi ciptaan manusia yang menggantikan helaian-helaian halaman buku. Yang membunuh keindahan membaca buku. Yang merobek keindahan membelek-belek halaman itu. Yang membunuh peluang sang pembaca untuk menghidu helaian kertas buku sebelum dia memutuskan untuk membelinya.

Aku seronok diberi peluang untuk berkongsi penulis-penulis buku yang elok hasil karyanya. Aku tak mampu baca semua yang ada di pustaka. Jadi kan bagus kalau ada yang bisa berkongsi sepatah dua? Makin lama makin aku rasa kaya harta tak ke mana. Tapi yang kaya ilmu, dan bisa memanfaatkannya untuk kemaslahatan semua, dialah sebaik-baik manusia.

Bacalah!

Aku harap aku tidak tergolong dalam kalangan yang alpa. Aku harap aku masih akan punya semangat untuk membaca. Walaupun terkadang lesu, lelah dengan tugasan harian sebagai pelajar. Menimba ilmu itu kan ibadah? Aku harap ibadah kecil ini diterima Allah. Semoga aku bisa istiqomah.

Semoga Allah memberi sang pembaca barakah yang teramat luas. Seluas kasih Allah kepada hamba-Nya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan