"Dua orang pemuda telah datang bertanya kepadaku tentang apa sebab2 dan rahasianya, maka bangsa Arab yang berpechah belah dan hidup didalam gelap gulita "jahiliyah" itu, dalam masa yang sedikit sekali, hanya 23 tahun, telah dapat dibangkitkan oleh Nabi, menjadi bangsa yang besar dan kuat, yang gagah perkasa dan membuat riwayat gilang gemilang didalam dunia ber-abad2 lamanya; sehingga tidak ada seorangpun ahli tawarikh yang dapat memungkiri.
Pemuda ....... ! Tepat sekali perkataan Rasulullah s.a.w.: 'Pemuda itu adalah satu bahagian dari gila.' Dengan kegilaannya itu dia mengadakan yang belum ada, dipahatnya batu, dibelahnya gunung, dikisarnya letak riwayat; dan Rasul sendiri didalam seruannya yang suchi dan luhur senantiasa dikatakan oleh orang tua2 pada masa itu bahwa ia gila.
[Presiden] Sukarno itulah yang terang2 berkata, dan kayanya menjadi chatetan seluruh dunia; 'Berikan kepadaku 1000 orang tua, aku sanggup menchabut gunung Simeru dari uratnya. Tapi berikan aku 10 orang pemuda, aku sanggup menggonchangkan dunia.'
Dan Hatta itu pula yang berkata, demi melihat bagaimana semangat pemuda menyelenggarakan revolusi; 'Hai pemuda, kamu adalah pahlawan dalam hatiku.'
Rasulullah s.a.w. diwaktu mula2 menyampaikan seruannya, maka yang ditangkapnya lebih dahulu ialah golongan pemuda. Beliau diangkat Allah menjadi Rasul didalam usia 40 tahun, pengikut2nya adalah golongan muda belaka. Ia lebih tua dari Abu Bakar dua tahun, ia lebih tua dari Umar 4 tahun, yang lain2 adalah anak muda belaka.
Itulah Ali yang mulai beriman dalam usia 12 tahun yang seketika didalam suatu majelis Nabi bertanya kepada orang tua2 Quraish, siapa yang bersedia menolongnya menyiarkan seruan Tuhan. Tak seorang juga yang menjawab, hanya Ali yang masih anak2 itu yang menyatakan bersedia buat hidup ber-sama2 dan mati ber-sama2.
Itulal Bilal, hamba sahaya yang masih muda, dibujur di-panas matahari yang amat terik, dipadang pasir, karena mengikut pelajaran Nabi, masih tetap menguchapkan 'Allah satu'.
Itulah Ammaar bin Yasir yang dipukul dan didera, itulah Abu Zhar Ghifary, yang dikeroyok oleh pemuda2 Quraish, semuanya karena telah mengikut pendirian Nabi.
Oleh karena sangat hebatnya siksaan yang ditimpakan oleh Mushrikin-Quraish kepada Rasul dan pengikut2nya sampai dua kali mereka disuruh pindah ke Habshi dan akhirnya berpindah ke Madinah, maka pernahlah Jibril bertanyakan kepada beliau, sikap apakah lagi yang akan beliau lakukan terhadap mereka; maka beliau jawab beliau tidak mengharap benar akan dapat menarik orang2 tua itu, yang beliau harap adalah turunannya dibelakang hari, dan dibelakang hari lagi ...... !
Saya terbangun kembali dari angan2 saya. Saya merasa menang karena kepada saya telah datang dua orang pemuda itu, pemuda angkatan kini, pemuda harapan bangsa, bahkan pembina bangsa. Saya lebih senang dan merasa lebih berfaedah berhadapan dengan dua orang pemuda yang bersemangat dan ber-chita2 yang senantiasa resah dan gelisah, yang tiada merasa puas, yang hendak memahat batu, yang hendak mengisarkan bukit, yang berkata 'inilah saya!'"
Tiada ulasan:
Catat Ulasan