Isnin, 20 Januari 2014

4. Ibadat


“Kata Allahu Akbar itu saja sudah chukup untuk memerdekakan jiwa dari pengaruh alam.”

“Sesudah pemuda2 itu mengerti benar bagaimana arti hidup yang sebenarnya dan kemana tujuan hidup ini, setelah mereka mengerti benar bahwa bumi dan langit dan segala chakrawala ini hanya sebahagian dari pada alam yang besar dibawah sesuatu kekuasaan, dan kekuasaan itulah yang menjadi perhatian akhir daripada tujuan hidup, barulah diajarkan kepada mereka sembahyang yang berkaifiat dan chara yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam. Kata Allahu Akbar itu saja sudah chukup untuk memerdekakan jiwa dari pengaruh alam.

Besar manusia dengan akal dan budinya memang! Tetapi Allah lebih besar. Berapa kali dinyatakan kisah raja2 yang terdahulu didalam Al-Qur’an, tentang besar kekuasaannya dan gagah perkasanya, sejak dari pada Namrud lalu kepada Fir’aun, dinyatakan kegagahannya Haman yang disuruh Fir’aun membina merchu yang amat tinggi untuk memanah Tuhan. Kisah Qarun yang kaya raya, diterangkan pula Irama zatillmad, Tsamud dan Adnan dan beberapa kekuasaan yang lain2, diterangkan kerajaan yang naik dan runtuh. Semuanya datang dan semuanya hanchur dan musnah, sehingga yang tinggal hanya sebutannya saja lagi. Dan selalu ternyata Allah juga yang Maha Besar, Allahu Akbar!

Dengan megah bangsa Jepun hendak menaklukkan dunia, mengakui dirinya putera pulau Yamato, bersemangat Bushido, mereka keturunan dewa dan rajanya anak dari pada Matahari. Didalam 50 tahun dichobanya mengangkat dirinya. Karena mendapat kemegahan dia hendak mengambil hak Tuhan, dia mengakui lebih dari pada manusia lain. Kesombongan sampailah kepunchaknya. Seluruh dunia dikerahkan memukulnya, sehingga hanchur lebur bagai kacha jatuh kebatu, dan Allah tetap Maha Besar.

Demikianlah sudah diaturnya sejak dunia dikembang, manusia tidak boleh melebihi dari pada aturan yang telah diadakan. Kadang2 ditimbulkan manusia2 luar biasa untuk menchukupkan kewajiban kehidupannya atau untuk menjadi pandangan bagi manusia yang lain. Ditimbulkannya Julius Caesar, Zulkarnain, Jengis Khan dan Hulagu, Napoleon, dan Bismark dan Mussolini. Karena kemegahan timbul kesombongan. Dari pada manusia biasa menjadi manusia luar biasa. Akhirnya mati sechara luar biasa pula. Diatas tumpukan mayat2 itu tumbuh chahaya yang gilang gemilang dari huruf yang delapan … Allahu Akbar!”

Tiada ulasan:

Catat Ulasan