“Kata Allahu Akbar itu saja sudah chukup untuk
memerdekakan jiwa dari pengaruh alam.”
“Sesudah pemuda2 itu mengerti benar bagaimana arti hidup
yang sebenarnya dan kemana tujuan hidup ini, setelah mereka mengerti benar
bahwa bumi dan langit dan segala chakrawala ini hanya sebahagian dari pada alam
yang besar dibawah sesuatu kekuasaan, dan kekuasaan itulah yang menjadi
perhatian akhir daripada tujuan hidup, barulah diajarkan kepada mereka
sembahyang yang berkaifiat dan chara yang dimulai dengan takbir dan disudahi
dengan salam. Kata Allahu Akbar itu saja sudah chukup untuk memerdekakan jiwa dari
pengaruh alam.
Besar manusia dengan akal dan budinya memang! Tetapi Allah
lebih besar. Berapa kali dinyatakan kisah raja2 yang terdahulu didalam Al-Qur’an,
tentang besar kekuasaannya dan gagah perkasanya, sejak dari pada Namrud lalu
kepada Fir’aun, dinyatakan kegagahannya Haman yang disuruh Fir’aun membina
merchu yang amat tinggi untuk memanah Tuhan. Kisah Qarun yang kaya raya,
diterangkan pula Irama zatillmad, Tsamud dan Adnan dan beberapa kekuasaan yang
lain2, diterangkan kerajaan yang naik dan runtuh. Semuanya datang dan semuanya
hanchur dan musnah, sehingga yang tinggal hanya sebutannya saja lagi. Dan
selalu ternyata Allah juga yang Maha Besar, Allahu Akbar!
Dengan megah bangsa Jepun hendak menaklukkan dunia, mengakui
dirinya putera pulau Yamato, bersemangat Bushido, mereka keturunan dewa dan
rajanya anak dari pada Matahari. Didalam 50 tahun dichobanya mengangkat
dirinya. Karena mendapat kemegahan dia hendak mengambil hak Tuhan, dia mengakui
lebih dari pada manusia lain. Kesombongan sampailah kepunchaknya. Seluruh dunia
dikerahkan memukulnya, sehingga hanchur lebur bagai kacha jatuh kebatu, dan
Allah tetap Maha Besar.
Demikianlah sudah diaturnya sejak dunia dikembang, manusia
tidak boleh melebihi dari pada aturan yang telah diadakan. Kadang2 ditimbulkan
manusia2 luar biasa untuk menchukupkan kewajiban kehidupannya atau untuk
menjadi pandangan bagi manusia yang lain. Ditimbulkannya Julius Caesar,
Zulkarnain, Jengis Khan dan Hulagu, Napoleon, dan Bismark dan Mussolini. Karena
kemegahan timbul kesombongan. Dari pada manusia biasa menjadi manusia luar biasa.
Akhirnya mati sechara luar biasa pula. Diatas tumpukan mayat2 itu tumbuh
chahaya yang gilang gemilang dari huruf yang delapan … Allahu Akbar!”
Tiada ulasan:
Catat Ulasan