Rabu, 22 Januari 2014

Perihal Tauhid

"Ajaran tauhid itu dibandingkan tiga bahagian.

Pertama: Penuh keperchayaan bahwasanya alam ini dijadikan oleh zat Yang Kuasa. Segala sesuatu yang terjadi atasnya kehendak dari pada zat Yang Kuasa itu. Itulah Allah.

Kedua: Penuh keperchayaan kepada alam yang ghaib. Itulah alam akhirat alam kita kiamat, dan kesanalah tujuan kita sesudah hidup yang sekarang ini. Segala yang bernyawa hatta mati, pergi kepada hidup yang kedua kali itu. Segala buah usaha selama hidup yang pertama, disana akan ditilik kembali buruk baiknya sebab wajib yakin bahwa datang kealam dunia ini hanya satu kali. Didalam kedatangan yang satu kali itulah kita bukan datang dengan sendirinya, tetapi bersama2 dengan manusia yang lain ber-miliun2 banyaknya. Kita bisa hidup sendiri. Kita datang kedunia ber-ganti2, turun temurun.

Ketiga: Oleh sebab itu haruslah didalam hidup didunia yang hanya satu kali itu, kita mengerjakan amal yang saleh. Pekerjaan yang berpaedah bagi diri dan bagi masharakat.

Ternyata bahwasanya jiwa hidup manusia itu mempunyai pertalian. Pangkal tali ialah pada dirinja. Tali itu berchabang dua. Chabang yang pertama menghadap kelangit, ialah kepada Tuhan, tali yang kedua kebumi, ialah kepada masharakat. Oleh sebab itu shari'at Islam pun menjaga kedua pertalian itu.

Didalam rukun2nya ternyata benar bahwa kedua tali itulah yang amat dijaga, jangan sampai putus, karena putus salah satunya berarti pinchang."

Tiada ulasan:

Catat Ulasan