Isnin, 22 September 2014

Jarak dan bulan

"Aneh, di kaca gak keliatan apa-apa, padahal di luar ada pemandangan untuk dilihat. Tapi begitu gelap. Mirip seperti hubungan gue dulu sama dia, hubungan kita bisa begitu gelap padahal kita berdua tahu, seandainya saja lampu itu dinyalakan atau bulan lebih diterangkan, maka kita bisa ngeliat pemandangan bagus. Kata Plato, yang namanya "gelap" itu gak ada, yang ada itu kekurangan cahaya.

Mungkin kita udah meredup. 

Pada hati. 

Pada kepercayaan yang udah lama sekarat, lalu mati diam-diam. Mungkin janji yang kita ucapin dulu bisa dengan gampang dilupakan setelah kita mlai membuat janji yang baru, janji yang juga tidak bisa ditepati. 

Banyak alasan untuk orang putus cinta. 

Ketidaksamaan dari apa yang kita beri dengan apa yang kita terima. Masalah eksternal, agama, orang tua, teman, atau pihak ketiga. Tapi apa yang salah dengan hubungan kita, gue pengen mengerti. 

Dia bilang waktu itu, masalahnya pada jarak.

Jarak.

Jarak.

Gue ngulang kata jarak sampe kata tersebut udah ga ada artinya lagi. 

Gimana jarak yang dulu itu bisa kita hadapi dengan angkuh tapi sekarang malah jadi penyebab hancurnya hubungan ini. Mungkin jarak sudah lebih dari apa yang kita punya sekarang. 

Atau, mungkin, kita sudah tidak lagi melihat bulan yang sama."

Raditya Dika, Cinta Brontosaurus

Tiada ulasan:

Catat Ulasan