Ahad, 7 September 2014

Kisah Cinta Teladan (bahagian 3)

"Wahai ibu, coba anakanda tahu bahwa cintaku mendapat sambutan dengan semestinya, agaknya tidaklah akan separah ini benar luka hatiku. Karena cinta yang dibalas itulah obat yang paling mujarab bagi seorang anak muda dalam hidupnya, takkan lebih pintanya dari pada itu. Hati anakanda akan besar dan merasa beruntung, jika anakanda ketahui bahwa air mata anakanda yang selama ini telah banyak tercurah, tidak bagai air yang tenggelam di pasir; bahwa pengharapan dalam menuju hidup tak terhambat di tengah jalan; bahwa cita-cita hendak memandangi langit tidak terhalang oleh awan. Cinta anakanda kepadanya, bukan mencintai tubuhnya dan bentuk badannya, tetapi jiwa anakandalah yang mencintai jiwanya. Kecintaan anakanda bukan pula karena kepandaian menyusun surat-surat kiriman. Kebebasan pergaulan bisa ditutupi dengan perangai yang dibuat-buat dan kepintaran mengarang surat dapat pula menyembunyikan kepalsuan hati. Anakanda mencintai Zainab karena budinya; di dalam matanya ada terkandung suatu lukisan hati yang suci dan bersih."

Dipetik dari Di Bawah Lindungan Ka'bah, punyanya HAMKA. 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan